MACAM-MACAM CARA MENZIARAHI KUBUR DAN HUKUMNYA


Peziarah kubur tidak lepas dari empat cara

 

  • PERTAMA :

Peziarah kubur mendo'akan untuk penghuni kubur dan siapa saja yang mereka hususkan , mendoakan mereka agar diampuni dan dirahmati Allah Ta'ala , lalu ia mengambil 'ibrah dan pelajaran dari keadaan yang dialami oleh penghuni kubur , maka ini adalah cara ziarah kubur yang disyari'atkan.

 

  • KEDUA :

Peziarah kubur berdo'a untuk dirinya pribadi dan mendo'akan untuk siapa saja yang dia inginkan disamping pemilik kubur husus dengan berkeyakinan bahwa berdo'a dikubur yang dia hususkan ini adalah lebih afdhal daripada berdo'a dimasjid , maka cara ziarah kubur seperti ini adalah bid'ah yang mungkar.

 

  • KETIGA :

Peziarah kubur berdo'a  bertawassul dengan kedudukan atau hak pemilik kubur (wali) , contohnya dia berdo'a : Aku memohon kepadamu ya tuhanku dengan kedudukan wali ini atau dengan haknya wali ini kepadamu BERIKANLAH AKU INI dan semisalnya, maka cara ini adalah bid'ah yang diharamkan karena cara ini bisa mengantarkan pada kesyirikan kepada Allah ta'ala.

 

  • KEEMPAT :

Peziarah kubur bukan berdo'a kepada Allah akan tetapi dia meminta kepada pemilik kubur (wali ) seperti berdo'a dengan mengatakan : wahai wali Allah , wahai Nabi , wahai tuanku jadikanlah aku kaya , berikanlah aku ini, dan semisalnya , maka cara ziarah kubur seperti ini adalah syirik besar.

 

  • Dikutip dari kitab : taudihul ahkam min Bulugil marom (3/287) yang ditulis oleh : Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Albassam , anggota forum ulama besar Saudi Arabia .