Menuduh Allah Ta’ala Mempunyai Anak Berarti Telah Menghina Allah  , Tuhan Semesta Alam ( Isa a lmasih )

مترجم : Yusfiani Suhyatin

 

 Menuduh Allah Ta’ala Mempunyai Anak Berarti Telah Menghina Allah  , Tuhan Semesta Alam

( Isa a lmasih )

 

 

 

   Apakah pernyataan bahwasanya Isa Al-Masih bin Maryam sebagai anak Allah adalah bentuk anggapan bahwasanya Allah  memiliki sifat kekurangan?

   Agama Kristen mengatakan bahwasanya Allah itu mempunyai anak, Sedangkan agama islam mengatakan bahwasanya Allah itu tidak mempunyai anak.

   Untuk mengetahui kebenaran diantara keduanya, mari kita renungkan pertanyaan berikut dengan fikiran yang jernih :

(Kalau seandainya Allah memiliki anak, apakah hal itu merupakan suatu penghinaan dan menunjukkan kekurangan Allah? Ataukah merupakan suatu pujian dan menunjukkan kesempurnaan?)

 

Renungkanlah dengan seksama jawaban berikut :

Sesungguhnya menyamakan antara sang Khaliq dan makhluk dalam shifat “memiliki anak” menuntut semua yang mencakup persamaan tersebut.

 

   Sekarang mari kita mulai kaji perkara-perkara apa saja yang semestinya seseorang yakini jika dia  mengatakan bahwa Allah mempunyai anak :

 

1- Dengan adanya anak berarti dia menganggap bahwasanya seorang bapak akan membutuhkan seorang anak untuk memenuhi kebutuhannya.Hal tersebut secara terang-terangan menyatakan bahwasanya bapak tersebut akan kehilangan sifat “berkecukupan/tidak membutuhkan yang lain”. Oleh karena itu dalam al-qur’an terdapat hujjah ‘aqliyyah/dalil rasional berikut :

{ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَداً سُبْحَانَهُ هُوَ الْغَنِيُّ } [يونس :68 ]

Artinya : “Mereka berkata bahwasanya Allah memiliki anak, maha suci Allah Dia-lah yang maha kaya”  (Qs : Yunus :68)

 

   Barangsiapa yang menganggap bahwasanya Allah memiliki anak, sejatinya dia menganggap bahwasanya Allah tidak maha kaya, karena kebutuhan (memiliki anak) menunjukkan bahwasanya Allah itu lemah dan tidak perkasa, apakah mungkin Tuhan itu lemah?

 

2- Dengan adanya anak, hal itu menunjukkan bahwasanya bapak tersebut tidak memiliki semua kekuasaan…dst. Karena anaknya akan memiliki sebagian dari kekuasaan tersebut. Hal ini dengan jelas menyatakan bahwasanya bapak tersebut akan kehilangan sebagian dari kekuasaannya. Oleh karena itu dalam al-qur’an terdapat hujjah ‘aqliyyah berikut :

{ لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ } [المائدة: 17]

Artinya : “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata :” sesungguhnya Allah itu ialah Al-masih putera Maryam”. Katakanlah : “maka siapakah (gerangan)yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?”  kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Qs: Al-maidah : 17).

 

   Barangsiapa yang beranggapan bahwasanya Allah memiliki anak, maka dia menganggap bahwasanya kekuasaan Allah itu kurang, Dia tidak menguasai semua yang ada di langit dan bumi!!.

 

3- Dengan adanya anak berarti dia beranggapan bahwasanya bapak tersebut tidak menyanggupi sebagian pekerjaan atau keseluruhannya…dst. Kemudian anaknya tersebut akan membantunya dan mengandalkan urusan itu kepadanya.

Hal ini dengan jelas menyatakan bahwasanya bapak tersebut akan kehilangan sifat maha berkehendak dan  satu-satunya tempat bergantung.

 

   Barangsiapa yang beranggapan bahwasanya Allah memiliki anak, maka dia telah menganggap bahwasanya Allah tidak maha berkehendak atas segala sesuatu dan bukan pula satu-satunya tempat bergantung.ketidak mampuan tersebut akan mengalahkannya, jadilah Dia lemah. Pantaskah seseorang yang kita anggap sebagai Tuhan semesta alam ini adalah seorang yang lemah?

 

4- Dengan adanya anak, berarti menganggap bahwasanya bapak tersebut akan menjadi tua dan lemah, dst. Kalau tidak demikian, untuk apa dia memiliki anak? Kemudian anaknya tersebut akan menggantikan kekuatan dan kegagahannya, hal ini secara terang-terangan menunjukkan bahwasanya bapak tersebut akan kehilangan sifat Al-quwwah (maha kuat).

 

   Barangsiapa yang menganggap bahwasanya Allah memiliki anak, maka dia menganggap bahwasanya Allah tidak maha kuat, kelemahan tersebut akan mengalahkan-Nya, jadilah Dia hina dan tidak perkasa, Pantaskah seseorang yang kita anggap sebagai Tuhan semesta alam ini adalah seseorang yang lemah?

 

5. Dengan adanya anak berarti menganggap bahwa sang bapak nantinya akan meninggal…kemudian anaknya-lah yang akan menggantikan dan mewarisinya , maka hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa seorang bapak tidak memiliki sifat Al-hayah (Maha hidup) , jadi barangsiapa yang menganggap bahwasanya Allah memiliki anak , maka dia telah menganggap bahwasanya Allah Ta’ala tidak memiliki sifat Alhayyu (Maha hidup) , kematian akan mengalahkannya , jadilah IA lemah dan tidak perkasa , Pantaskah seseorang yang kita anggap sebagai Tuhan semesta alam ini adalah seseorang yang lemah dihinakan oleh sesuatu seperti kematian dan yang lainnya!?.

 

6. Kalau kita katakan Allah punya anak , lalu orang datang kepada kita dan mengatakan : Bila kalian mengatakan bahwa Allah punya anak , maka saya juga akan mengatakan (kalau demikian) berarti Allah punya istri , punya bapak , punya cucu , punya anak-anak perempuan , punya paman , bibi…apakah kita punya  jawaban dari pernyaataan ini , selain terdiam kaku !!?

Karenanya terdapat dalam Alqur’an  penjelasan rasional mengenai hal ini,  dalam firman Allah Ta’ala :

{وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَصِفُونَ (100) بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (101)} [الأنعام: 100، 101] 

Artinya: “Dan mereka membohong (dengan mengatakan) bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan tanpa dasar ilmu pengetahuan , maha suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan . DIA pencipta langit dan bumi bagaimana DIA mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri , DIA menciptakan segala sesuatu dan DIA mengetahui segala sesuatu (QS,Al-An’am 100-101)

 

Setelah pemaparan diatas kita mendapatkan hasil terahir  bahwasanya :

Kalau kita mengatakan bahwa Allah punya anak , maka kita telah menyamakan Allah Ta’ala dengan mahluk yang rendah dan berarti kita telah menghilangkan dari Rabb semesta Alam ini sifat-sifat sempurna yang pantas bagi-NYA.

Adapun orang yang mengatakan bahwa Allah Ta’ala tidak memiliki anak , maka ia telah mengetahui  hal itu  dari segi (keyakinannya) bahwasanya Allah adalah Sang pencipta , dan Pencipta tidak akan mungkin seperti yang diciptakan , karena mahluq itu sangat rendah lemah dan hina.

Adapun Tuhan maka yang pantas bagi-Nya adalah sifat-sifat :

-       Maha perkasa

-       Maha kaya

-       Sang Raja

-       Maha Kuat

-       Maha Hidup

-       Maha Kuasa

-       Maha Suci

-       Maha Bijaksana

-       Maha Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya)

-       dan seterusnya.

 

    Wahai pembaca yang budiman yang bersungguh-sungguh dalam mencari kebenaran , tulisan ini adalah untukmu , maka jangan serahkan akalmu kepada siapapun , bacalah tulisan ini dengan seksama, jangan menepis, menyanggah, dan menghakimi.

 

   Sesungguhnya kaum muslimin menghormati Nabi Isa ‘Alaihissalam , sangat mencintainya , karena dia termasuk salah satu dari utusan Allah Ta’ala , beriman kepadanya adalah salah satu dari rukun iman dalam agama islam , islam tidak membolehkan kepada siapapun merendahkan Nabi Isa , mencelanya atau memurkainya , bahkan orang yang tidak beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalam  ia termasuk telah mendustai Alqur’an dan mendustai Nabi Muhammad , dan dengan sebab ini dapat menyebabkan ia keluar dari islam ,  bersamaan dengan itu kaum muslimin juga tidak sampai mengangkat derajat Nabi Isa melebihi derajatnya sebagai manusia , dia adalah hamba Allah dan Rasul-NYA , Allah menciptakannya sebagai tanda keagungan-Nya Azza Wajalla.

 

Wahai pencari kebenaran…mari berhentilah sejenak , ajaklah jiwamu merenung dan berikanlah kepada akalmu jawaban kebenaran yang sangat agung dari pertanyaan berikut ini :

  1. 1-Kerugian apa yang akan menimpa kita , kalau mengatakan bahwa Isa ‘alaihissalam adalah Rasulullah , bukankah dengan ini kita telah sangat memuliakannnya dengan sepantasnya?
  2.  
  3. 2-Kenapa kita memaksakan diri dengan mengatakan bahwa Isa adalah Tuhan setelah begitu jelas bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Nabi Isa adalah manusia , utusan Allah , bukankah kelancangan kita ini akan menyebabkan kemurkaan Allah , karena telah sangat merendahkan Allah Jalla Jalaaluh?.
  4.  
  5. 3-Bukankah diantara keistimewaan Rabb kita adalah DIAlah sang pencipta alam ini? kenapa tidak kita sempurnakan dalam mengagungkan-Nya   dengan mentauhidkan dan mengesakan-Nya dalam beribadah?
  6.  
  7. 4-Sungguh nikmat Allah Ta’ala turun kepadamu pagi dan sore , lalu pantaskah nikmat ini dibalas dengan menyakiti , mengingkari dan merendahkan-Nya??
  8.  
  9. 5-Apakah kalian menyangka orang-orang yang telah lancang menuduh Allah Ta’ala memiliki anak  , mampu memadamkan kebenaran yang jelas sejelas mentari pagi , dan kalian menyangka mereka mampu memadamkan matahari dengan tiupan terompet-terompet mereka!!!??

 

Sebagai penutup ….

Marilah kita mentadabburi firman Tuhan semesta Alam ini , dalam kitab terahir-Nya yang diturunkan kepada penduduk bumi ini :

{وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92) إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا (93) لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا (94) وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا (95)} [مريم: 88 - 95] 

Artinya : “Mereka berkata Tuhan yang maha pemurah mempunyai anak (88) sesungguhnya kamu telah mendatangkan perkara yang sangat mungkar (89) Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu , dan bumi belah , dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwa Allah yang maha pemurah mempunyai anak (91) Dan tidak layak bagi tuhan yang maha pemurah mengambil (mempunyai) anak (92) Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi kecuali akan dating kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba (93) Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti (94) Dan tiap-tiap mereka akandatang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri (95) . (QS.Maryam : 88-95)





ترجمة المقال